Gerrit van Honthorst - The Concert
Gerrit van Honthorst (1592–1656) sudah lama dianggap sebagai salah satu pelukis terhebat Zaman Keemasan Belanda. Setelah belajar di Utrecht, ia pergi ke Italia sekitar tahun 1615, tempat ia mengadopsi gagasan gaya dan tema radikal Caravaggio. Kengerian dalam adegan religius dan genre Caravaggio, yang ditandai dengan gerakan dramatis dan kontras cahaya dan gelap yang kuat, menginspirasi generasi "Caravaggisti" di seluruh Eropa. Para seniman ini umumnya bekerja langsung dari model yang dipose, seperti Caravaggio, dan membawa adegan mereka dekat ke bidang gambar untuk menunjukkan bahwa mereka adalah perpanjangan dari pengalaman sehari-hari. Honthorst, khususnya, melukis dengan semangat dan keyakinan, memanfaatkan warna-warna cerah dan efek chiaroscuro yang kuat, dan figur-figur sensual berukuran hidupnya yang berpakaian kostum eksotis memberikan kehadiran yang berani pada gambarnya.
Ketika Honthorst kembali ke Utrecht pada tahun 1620, ia sudah menjadi seniman terkenal, dan ia disambut meriah di kota kelahirannya. Perangkulan antusiasnya terhadap Caravaggism dan ketenarannya di kancah internasional juga sangat menarik bagi istana Pangeran Maurits dari Nassau di Den Haag. Pangeran Oranye, sebagaimana ia dikenal, secara sadar berusaha memperluas reputasi istana dengan memperbaiki kediamannya, membangun taman, menyelenggarakan pesta musik, dan mengakuisisi lukisan.
Konser karya Honthorst pertama kali disebutkan dalam inventaris tahun 1632 dari salah satu istana Pangeran Oranye di Den Haag. Meskipun lukisan itu mungkin dibeli oleh Maurits, ia juga bisa jadi merupakan hadiah diplomatik. Lukisan sering kali diberikan kepada pangeran sebagai penghargaan atas jasa yang diberikan atau dengan harapan memperoleh bantuan di masa mendatang. Sumber yang mungkin untuk hadiah diplomatik semacam itu adalah raja Bohemia yang diasingkan, Frederick I, yang pindah ke Den Haag pada tahun 1621 bersama istrinya, Elizabeth Stuart, setelah pasukan Protestannya dikalahkan oleh pasukan Katolik. Bahkan dalam pengasingan, raja dan ratu Bohemia aktif mengumpulkan karya seni dan menjalani gaya hidup mewah dengan dana yang sebagian disediakan oleh Pangeran Oranye. Mereka adalah pengagum berat Honthorst, dan ia akhirnya menjadi seniman istana mereka.
Frederick dan Elizabeth mungkin memesan lukisan tersebut lalu memberikannya kepada Pangeran Oranye sebagai penghargaan atas dukungan finansialnya. Hipotesis ini didasarkan pada kesamaan antara konduktor dalam lukisan Honthorst dan ilustrasi Frederick bermain bola dalam manuskrip kontemporer yang menggambarkan kehidupan istana di Den Haag.
Konser itu lebih dari sekadar elemen dekoratif dalam suasana istana. Ia juga memiliki pesan politik yang mendasarinya. Harmoni dalam masyarakat, sama seperti dalam musik, ada ketika petunjuk pemimpinnya diikuti. Pepatah ini akan cocok untuk Pangeran Oranye maupun Raja Frederick I dari Bohemia.
Hingga saat ini, pengaruh Caravaggio terhadap seni Eropa utara belum terwakili dalam koleksi seni Belanda Gallery yang kaya. Akuisisi Hendrick ter Brugghen's Bagpipe Player, 1624, pada tahun 2009, merupakan langkah awal dalam mengatasi kesenjangan ini. Bersama dengan lukisan Caravaggisti Italia, Prancis, dan Spanyol Gallery, karya-karya kedua maestro ini menyampaikan dampak besar gaya Caravaggio di seluruh Eropa pada abad ke-17.