Kembali ke galeri
Paul Cezanne (1905) - Alam Benda Apel dan Persik
Source: National Gallery of Art | Still Life with Apples and Peaches

Paul Cezanne (1905) - Alam Benda Apel dan Persik

Belum ada penilaian — jadilah yang pertama! Masuk dan selesaikan teka-teki untuk memberi nilai
🌶️ Tantangan Master: Terbuka secara otomatis setelah Anda menyelesaikan tantangan Ahli 200 keping.

"Mata harus menangkap, menyatukan berbagai hal," kata Cézanne, "Otaklah yang akan memberinya bentuk." Dalam lukisan benda mati, di mana seniman juga menciptakan dunia yang dilukisnya, setiap objek, setiap penempatan, setiap sudut pandang adalah sebuah keputusan. Cézanne melukis dan melukis ulang objek-objek yang tergambar di sini berkali-kali. Meja, kain berpola, dan kendi berbunga adalah properti yang ia simpan di studionya. Setiap susunan yang berbeda merupakan eksplorasi baru terhadap bentuk dan hubungannya.

Di sini meja miring tak terduga, menentang aturan perspektif tradisional. Demikian pula, kita melihat kendi dari samping tetapi juga diizinkan melihat ke dalamnya. Secara paradoks, kesetiaan Cézanne pada apa yang dilihatnya justru menjelaskan "penolakan" terhadap logika dan ruang tiga dimensi ini. Bukan berarti ia sengaja meratakan ruang. Melainkan ia memusatkan perhatian pada objek itu sendiri daripada skema perspektif—"kotak udara"—di mana objek itu berada. Cézanne bekerja dengan lambat dan hati-hati. Selama berhari-hari, ia akan memindahkan kuda-kuda lukisnya, melukis objek yang berbeda—atau bahkan objek yang sama—dari sudut pandang yang berbeda. Setiap kali, ia melukis apa yang dilihatnya. Penyerapan dirinya dalam proses melukislah yang mendorong karyanya menuju abstraksi.